Level

  • Bagikan
Sulaiman Tripa

Oleh: Sulaiman Tripa

MENGAPA orang mau jadi bamper bagi orang lain? Hakikatnya, bamper adalah batang besi atau plastik pada bagian depan atau belakang mobil. Tujuan dibuatnya bumper, untuk memberi perlindungan lebih besar terhadap kendaraan. Terutama mobil. Tapi sebenarnya selain pada mobil, kendaraan lain juga ada yang menggunakan. Kendaraan roda dua. Terutama motor yang harganya berlipat-lipat dari harga mobil, saya kira juga menggunakan bamper.

Jika Anda tinggal atau pernah menggunakan jasa kapal laut, Anda juga akan lihat sisi kiri atau kanan kapal yang sering juga menggunakan bamper. Bukan saja kapal besar. Kapal-kapal nelayan yang berukuran kecil, juga biasanya digunakan. Hal ini untuk melindungi dari benturan, baik saat berhadapan dengan pelabuhan maupun dengan kapal lain.

Bamper ini juga digunakan untuk menyebut orang-orang tertentu yang bertugas secara khusus menahan serangan terhadap orang lain. Orang-orang yang berprofesi genting, semacam bodyguard, akan berhadapan dengan risiko besar dan sering tidak diduga-duga. Orang-orang yang bekerja untuk hal ini, bayarannya bisa saja mahal. Tapi ada catatan. Biasanya mereka telah mendapatkan latihan untuk profesionalnya.

Kini, saya kira lahir profesi baru yang mengikuti konsep bumper ini. Orang-orang yang menggunakan dirinya sebagai tameng dalam berbagai proses informasi dan komunikasi. Tapi hal ini dilakukan bukan dirinya. Melainkan untuk orang lain. Orang yang melakukan sesuatu, terhadap informasi yang merugikan bagi orang yang dibela. Kerja semacam ini juga diklaim sebagai profesi yang profesional.

Saya kira proses pembentukan opini publik yang terukur, juga sering dilakukan melalui proses tertentu. Orang yang berkepentingan terhadap hal tertentu, akan selalu ditampakkan sebagai orang baik dan berpengaruh. Ia akan selalu digambarkan sebagai orang penting dan dibutuhkan. Orang-orang itulah yang menggunakan dirinya sebagai bumper dalam mewujudkan kepentingan itu.

Apakah semua kerja itu gratis? Hal ini belum saya jawab. Saya teringat saat suatu kali di sebuah tempat istirahat di Saree, saya bertemu dengan seseorang yang ternyata didampingi banyak anak muda. Masing-masing memiliki tugas yang sepertinya sudah ditentukan. Bahkan untuk mengondisikan menerima panggilan telepon pun, sudah ada petugasnya. Baru kemudian saya mendapatkan informasi ada orang yang sedang diorangkan.

Istilah diorangkan ini, saya dapat dalam salah satu kajian teman bidang antropologis. Ketika orang sudah menyiapkan level tertentu untuk orang tertentu. Siapa yang menjaga level tersebut? Antara lain mereka yang bekerja sebagai bamper tersebut. Orang-orang yang dikesankan banyak pengikut, banyak penggemar, dipuja-puja di banyak tempat, ada bantuan para bumper. Tidak semuanya berlangsung alami.

Tentu tidak mudah menjaga semua ini. Orang yang sudah disiapkan, dengan bantuan banyak orang di sekelilingnya. Pada posisi begini, sesuatu yang buruk akan tampak baik dan seolah penting. Para bumper menjadikan diri mereka untuk mempertaruhkan apa yang dilakukan orang lain. []

  • Bagikan
#