Florimia, Brand Busana Muslim Asal Aceh Tembus Pasar Malaysia

Model mengenakan busana muslim brand Florimia asal Aceh. (Foto: Dok.Nelva)

Theacehpost.com | BANDA ACEH – Kreativitas warga Aceh dalam merancang produk mode tak bisa dipandang sebelah mata. Kualitasnya pun tak kalah bagusnya dengan brand dari negara-negara yang kerap jadi kiblat fesyen.

Apalagi industri fesyen modest wear lokal kian berkembang pesat dari tahun ke tahun. Tak lagi monoton dan terlihat kaku, kini makin banyak hadir brand busana muslim yang menawarkan beragam model busana yang lebih variatif.

Salah satunya, seperti brand fashion lokal dari Aceh, Florimia, yang hadir sejak tahun 2012 dengan gaya urban modest wear.

Florimia merupakan bisnis yang dirintis oleh Nelva Amelia. Perempuan asal Banda Aceh ini membagikan kisah inspirasinya bagaimana ia merintis usahanya itu.

Dalam mengawali bisnisnya, Nelva melakukan semua proses produksi seorang diri.

Ia mengaku sempat kesulitan dalam memutar modal dari omzet yang didapatnya yang kala itu belum signifikan.

Lalu akhirnya ia memberanikan diri untuk mendirikan brand miliknya sendiri dengan menjual berbagai produk busana muslim di platform media sosial dan e-commerce.

“Awal itu zaman kuliah tahun 2012, mulai coba-coba jahit baju dan iseng-iseng foto terus upload di sosmed, kemudian ternyata ada yang suka dan order, nah dari situ aku mulainya,” kata Nelva, Minggu, 6 Februari 2022.

Ketika sudah mulai banyak pesanan, kemudian ia merekrut penjahit untuk memproduksi baju yang didesainnya sendiri.

Kini, peminat produk fesyen busana muslim Florimia bukan hanya datang dari pasar dalam negeri, namun sudah merambah ke negari jiran Malaysia, Brunei, Singapura, hingga Taiwan.

Namun yang paling rutin pengiriman baju dari Florimia yaitu ke Malaysia.

“Paling rutin memang ke Malaysia, di sana peminat ada. Kalau ke Taiwan biasanya yang pesan tenaga kerja asal Indonesia yang di sana,” ucapnya.

Sejauh ini, Nelva masih kesulitan untuk menyetok bahan kain yang digunakan. Sebab, masih bergantung pada ketersediaan bahan kain di toko-toko tekstil di Banda Aceh.

Ia pun menagku akan menjalin kerja sama dengan pabrik tekstil untuk ketersediaan bahan. Tujuannya, agar tidak tergantung dengan stok kain dari toko-toko yang ada di Banda Aceh saja.

“Sering kewalahannya itu di bahannya. Misalnya, untuk motif ini yang order 300 pakaian, ternyata bahannya yang ada di toko sini hanya cukup untuk 100 pakaian, kendalanya sering di situ,” ucapnya.

Kini, Florimia mengeluarkan minimal tiga desain baju busana muslim dalam sebulan.

“Untuk pemasarannya, hanya online di akun Instagram Florimia dan e-commerce secara ready dan pre order (pesanan). Jadi ukurannya bisa ditentukan sendiri oleh pembeli sebelum diproduksi. Tahun ini, insyaallah saya akan buka toko offline di Banda Aceh,” pungkasnya. []