Masyarakat Ingin Pemerintah Serius Tangani Masalah Kesehatan

Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan paparan pada rilis survey tentang Efek Kampanye dan Efek Jokowi: Elektabilitas Partai Jelang Pemilu Legislatif 2014 di Jakarta (4/4). Data lembaga survey Indikator Politik Indonesia, penetapan Jokowi menjadi capres meningkatkan suara PDIP. ANTARA/Wahyu Putro

Theacehpost.com | JAKARTA – Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan mayoritas masyarakat Indonesia kurang puas dengan kinerja pemerintah dalam menangani bidang kesehatan sejak mewabahnya virus Covid-19.

banner 72x960

“Ini menarik, karena pemerintah kan selalu bicara pemulihan ekonomi. Tapi masyarakat inginnya masalah kesehatan saat pandemi ini bisa ditangani dulu,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, kemarin.

Burhanuddin mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan pihaknya, sebanyak 60,7 persen masyarakat ingin masalah kesehatan diprioritaskan, sementara 33,9 masyarakat ingin masalah ekonomi diprioritaskan.

Namun, hasil survei juga menunjukkan sikap publik terbelah menyikapi apakah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebaiknya dilanjutkan atau dihentikan saja.

Sebanyak 50,6 persen masyarakat ingin PSBB dilanjutkan agar penyebaran virus Corona bisa diatasi. Sementara 43,1 persen masyarakat menilai PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi segera berjalan. Sisanya, 6,3 persen masyarakat tidak tahu/tidak jawab.

“Sikap publik yang terbelah soal PSBB ini menunjukkan masyakarat menginginkan kesehatan diutamakan tanpa harus mengorbankan kehidupan ekonomi warga,” ujar Burhanuddin.

Survei ini dilakukan pada 16-18 Mei 2020 dengan 1.200 responden. Para responden diwawancarai via telepon. Mereka dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020. Margin of error survei ini sekitar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menanggapi ketidakpuasan tersebut, Istana melalui Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian mengakui bahwa jika pada bulan Februari 70,8 persen masyarakat puas terhadap kinerja pemerintah. Namun pada bulan Mei ini tingkat kepuasan publik akan kinerja pemerintah turun signifikan menjadi 56,4 persen.

“Terpenting, presiden dan jajarannya sudah bekerja ekstra keras untuk mengatasi Covid-19. Manajemen satu data disiapkan, tes massal dilakukan dan sudah melewati 10 ribu per hari, tracing contact berbasis IT dilakukan secara agresif, faskes, alkes dan tenaga medis disiapkan dengan baik,” ujar Donny, seperti dikutip tempo.co, Senin, 8 Juni 2020.

Menariknya, hasil survei Indikator yang dirilis kemarin, menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi masih cukup tinggi. Kendati, kepercayaan publik terhadap pemerintah pusat menurun.

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *