Opini  

Strategi Qatar Perkenalkan Ajaran Islam pada Piala Dunia 2022

Wartawan The Aceh Post Saiful Alam.

Oleh: Saiful Alam, Wartawan The Aceh Post

Tahun ini Qatar dipercaya dalam menyelenggarakan Piala Dunia 2022. Qatar merupakan negara mayoritas Muslim pertama yang dapat menyelenggarakan Piala Dunia, memanfaatkan ajang sepak bola empat tahunan ini untuk mengenalkan nilai-nilai ajaran Islam dan mengubah pandangan tentang Islam itu sendiri kepada para suporter sepak bola di seluruh dunia.

Beberapa pemimpin Muslim Qatar telah menyerukan upaya untuk mengubah persepsi suporter sepak bola dan seluruh orang di dunia tentang Islam. Piala Dunia harus digunakan untuk memperkenalkan ajaran Islam serta merubah pandangan dan citra buruk orang-orang non Muslim terhadap Islam. Seperti yang kita ketahui, Islam memiliki citra yang buruk di mata orang-orang barat. Mereka menganggap Islam adalah agama yang intoleran dan selalu mengaitkannya dengan kasus Terorisme.

Usaha Qatar dalam mengenalkan ajaran agama Islam tercermin pada pembukaan Piala Dunia Qatar 2022 yang digelar di Stadion Al Bayt Doha, Qatar, Minggu (20/11/2022), di mana acara ini dibuka dengan pidato oleh Morgan Freeman yang menyampaikan “Sepak bola menyatukan bangsa”. Yang kemudian dilanjutkan lantunan ayat suci Alquran oleh Ghanim Al Muftah yang melantunkan surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya,”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dalam ilmu pendekatan Islam, apa yang dilakukan oleh Qatar ini adalah pendekatan Islam dengan metode pendekatan Normatif. Pendekatan Normatif adalah pendekatan yang menekankan pada aspek norma-norma ajaran Islam, sebagaimana terdapat dalam Alquran dan sunah.

Dalam hal ini seolah-olah Qatar ingin menyampaikan kepada seluruh penggemar sepak bola bahkan seluruh orang di dunia bahwa Islam ini adalah agama yang menyerukan persatuan antar umat manusia di dunia. Walaupun berbeda ras, agama, maupun golongan kita harus saling berbuat baik kepada manusia tanpa memandang apa pun ras dan agamanya.

Selain itu, Qatar juga membangun banyak masjid yang bisa digunakan oleh wisatawan asing untuk mempelajari islam lebih dekat lagi salah satunya lewat Masjid Biru Katara. Masjid yang terkenal dengan hiasan mozaik birunya itu merupakan salah satu destinasi favorit para pengunjung. Pengunjung bisa menikmati kemegahan dan kecantikan dari masjid ini. Sedangkan di luar masjid terdapat buklet yang tersedia dalam berbagai bahasa yang menjelaskan tentang Islam dan Nabi Muhammad.

Pihak yang berwenang dalam hal ini adalah pihak otoritas masjid mempersilakan para suporter maupun wisatawan non Muslim dari seluruh dunia untuk mengunjungi masjid ini dan mengenal lebih dalam nilai-nilai ajaran Islam dan merubah pandangan orang non Muslim terhadap Islam. Menurut salah satu pengunjung masjid ini, mengatakan bahwa dia mendapatkan pencerahan tentang Islam ketika mengunjungi masjid ini yang sebelumnya dia berprasangka buruk terhadap Islam, ajarannya, dan para pemeluknya.