SMPN 6 Banda Aceh Teken MoU dengan Atsiri Research Center USK
Theacehpost.com | BANDA ACEH – SMPN 6 Banda Aceh dan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang penelitian, karya tulis, pelatihan guru, pengabdian masyarakat, dan praktik kerja lapangan.
Penandatanganan MoU berlangsung Rabu, 31 Maret 2021 oleh Kepala SMPN 6 Banda Aceh, Syarifah Nargis, S. Ag dengan Ketua ARC, Dr. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng
Prosesi penandatanganan MoU disaksikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPMM) USK Prof Taufik Abdul Gani, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Dr.Saminan, M.Pd, Ketua Komite SMPN 6 HT. Ibrahim, ST, MM dan beberapa Kepala SMPN di Kota Banda Aceh.
ARC USK merupakan pusat riset khusus atisiri Aceh diresmikan pada 8 Desember 2016 di Darusalam, Banda Aceh.
Peresmian ARC disertai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unsyiah dengan Korean Intellectual Property Office (KIPO), Korea Invention Promotion Association (KIPA), Aceh Patchouli Forum, dan Bappeda Aceh.
MoU tersebut bertujuan mendukung dan memperkuat agroindustri di Aceh, khususnya komoditas nilam.
Dikutip dari laman https://unsyiah.ac.id, atsiri merupakan sebutan bagi jenis tumbuhan yang mampu menghasilkan minyak nabati yang mudah menguap, seperti nilam, cengkih, sirih, gaharu, kayu putih, kemangi, kayu manis, akasia, cendana, dan lain-lain.
Permintaan minyak atsiri Aceh seperti nilam sangat tinggi. Kualitas nilam Aceh merupakan terbaik di dunia. Kekhasan minyak atsiri Aceh sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah Indonesia. Bahkan, Amerika dan Prancis turut mengincar nilam yang ada di Aceh.[]