Sepanjang Tahun 2024, Produksi Sampah di Banda Aceh Capai 93.258 Ton
THEACEHPOST.COM | Banda Aceh — Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh mencatat sepanjang tahun 2024 sebanyak 93.258 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banda Aceh. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 92.624 ton.
Kepala Dinas DLHK Kota Banda Aceh melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), Asnawi mengatakan bahwa rata-rata sampah yang masih mencapai 255 ton per hari.
“Event besar juga berpengaruh terhadap peningkatan sampah karena sumber utamanya berasal dari pengunjung di lokasi acara dan tempat menginap,” ujarnya kepada theacehpost.com, Selasa (31/12/2024).
Asnawi juga menambahkan, jumlah sampah tersebut tidak hanya disebabkan oleh event besar, tetapi juga berasal dari warga luar Kota Banda Aceh, termasuk dari wilayah perbatasan.
Adapun jenis sampah yang dominan yaitu sampah organik, seperti sisa makanan, diikuti sampah plastik, botol, karet, kardus, dan sampah rumah tangga lainnya.
“Lebih dominan itu sampah rumah tangga, karena di Banda Aceh belum banyak pabrik,” sebutnya.
Lebih lanjut ia menurutkan, untuk kondisi TPA Banda Aceh saat ini masih stabil. Hal itu karena TPA Banda Aceh sudah menjadi tempat transit.
“Sampah yang dibuang ke TPA Kota Banda Aceh sebagian ditransfer ke TPA regional. Hal ini dilakukan karena sejak 2019 TPA Banda Aceh sudah overkapasitas. Dengan bantuan regional, kami bekerja sama dengan Aceh Besar yang menyediakan lahan untuk pengelolaan sampah,” jelasnya.
Dalam menangani masalah sampah, pihaknya juga berkolaborasi dengan masing-masing Gampong terkait untuk mendukung program Nasional dalam penanganan sampah dan pemilahan sampah.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk memilah sampah mulai dari sumber, seperti rumah atau tempat usaha. Dengan begitu, sampah yang masih bernilai ekonomis tidak langsung terbuang ke TPA dan dapat dimanfaatkan atau dikelola secara mandiri,” tutupnya. (Ningsih)