Satgas Turunkan 1.000 lebih Duta Edukasi Perubahan Perilaku

Mahasiswa Duta Edukasi Perubahan Perilaku. (Foto: Antara)

Theacehpost.com | JAKARTA – Ribuan mahasiswa akan diterjunkan sebagai duta edukasi perubahan perilaku sehingga masyarakat teredukasi dengan baik soal wabah Covid-19. Nantinya, para duta edukasi akan terhubung dengan aplikasi untuk memonitor perkembangan di lapangan. 

banner 72x960

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi menjelaskan, untuk para mahasiswa yang akan terjun ke lapangan seperti para mahasiswa yang akan menjadi duta perubahan perilaku ini maka akan terhubung dengan aplikasi khusus. 

“Mereka akan mengisi aplikasi apa saja kegiatan yang sudah dilakukan hari ini sebagia laporan,” katanya saat pengumuman Duta Mahasiswa Perubahan Perilaku secara virtual, Selasa, 8 Desember 2020.

Sonny menjelaskan, para mahasiswa ini akan melaporkan berapa banyak warga yang sudah diedukasi dan juga bagaimana respon dari masyarakat atas apa yag sudah disampaikan. 

Dia menjelaskan, duta mahasiswa ini akan diterjunkan pada 18 kabupaten kota. 

“Sebab tugas utamanya adalah memberi pengetahuan, meyakinkan seseorang bahwa pengetahuan tadi harus disikapi dengan positif dan menterjemahkan pengetahuan menjadi perilaku,” jelasnya

Sonny menjelaskan, perubahan perilaku adalah upaya pencegahan untuk mencegah orang supaya tidak tertular virus korona itu menjadi sangat penting. Jika dengan cara mematuhi protokol kesehatan ini berhasil, maka tidak akan ada beban yang berlebihan untuk memerangi pandemi.

Sonny menerangkan, hasil penelitian dari berbagai negara menunjukan bahwa kebiasaan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan memakai sabun itu berhasil menurunkan angka penularan virus corona dengan sangat tinggi.

“Contoh kasus pakai masker saja di beberapa negara yang menerapkan secara ketat dalam waktu 21 hari angkanya langsung turun kasus penularannya tinggal 25%. Jadi besar sekali dampaknya. Nah, tentu kita punya upaya di perubahan perilaku dan punya upaya penanganan kesehatan untuk memutus mata rantai itu dua hal yang perlu dilakukan,” imbuhnya.

Sonny menuturkan, ada 17 persen masyarakat yang yakin dirinya tidak tertular virus korona. Menurutnya, adanya 17 persen warga ini akan akan berdampak merugikan 83 persen warga yang sudah menaati peraturan kesehatan.

Oleh karenanya, kepatuhan atas protokol kesehatan ini harus menjadi kesadaran bersama dan harus menjadi perilaku bangsa.

“Tidak ada yang sia-sia dalam suasana pandemi ini, dari berbagai diskusi dan jaringan yang kami cek, teman-teman yang bergabung di Permadani Diksi Nasional (PDN) ini punya komitmen yang luar biasa, kita dapati teman-teman ini menjalankan tugas dan komitmen berdedikasi membantu di beberapa daerah, ini inisiatif yang perlu di apresiasi,” pungkasnya. 

Penulis: Cut Putroe Ujong

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *