PPP Klaim Golkar dan PPP Sedang Dalam Proses Usung Ganjar Capres atau Tidak

waktu baca 3 menit
Waketum PPP Arsul Sani saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2023). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengklaim, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar saat ini tengah berada dalam proses mengambil keputusan untuk mengusung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai bakal calon presiden (bacapres) atau tidak. Diketahui, ketiga partai ini sebenarnya telah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Namun belakangan, PPP telah memutuskan mengusung Ganjar sebagai bacapres bersama PDI Perjuangan.

“Nah Golkar dan PAN sedang dalam proses mengambil keputusan. Apakah keputusannya sama atau tidak sama, itu yang nanti akan menentukan status KIB,” kata Arsul dii Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Baik PAN maupun Golkar, menurut dia, saat ini terus melakukan komunikasi intensif dengan PDI-P maupun Ganjar. Namun, belum ada keputusan yang diberikan keduanya. “Masih ada kemungkinan sama (dukungan calon) juga, karena kan baik Partai Golkar dan juga PAN masih terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan katakanlah Pak Ganjar dan PDI-P. Ya, nanti kita tunggu lah, kita lihat,” ujar Arsul.

Ia menambahkan, bila pada akhirnya PAN dan Golkar tak memberikan dukungan kepada Ganjar, maka dengan sendirinya KIB akan bubar. Ia menyatakan, KIB tidak perlu menyampaikan kepada publik secara seremoni jika kelak berjalan masing-masing karena perbedaan dukungan pasangan calon (paslon).

“Ya, enggak usah (seremoni), iya lah gitu loh. Kayak diskusi kan enggak perlu kemudian ‘Dengan ini diskusi saya tutup dan dinyatakan bubar’. Selesai, Assalamualaikum ya bubar aja,” tutur Arsul.

banner 72x960

Diketahui, meski ketiganya telah membentuk koalisi, namun masing-masing parpol juga melakukan manuver politik pada saat yang sama. Selain PPP, Golkar juga tengah menjajaki pembentukan Koalisi Besar dengan Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang sebelumnya telah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Keberadaan bakal Koalisi Besar ini digadang-gadang bakal mengusung Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Sementara PAN, hingga kini belum memutuskan untuk mengusung bacapres manapun. Rapat internal yang digelar pada Selasa (23/5/2023) malam, justru memunculkan opsi baru di kalangan elite partai berlambang matahari itu, yakni memasangkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Pilpres 2024.

Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto mengungkapkan, opsi itu muncul meski sebelumnya PAN sempat menyebut bakal mengusung antara Prabowo atau Ganjar sebagai bacapres, dan Zulkifli atau Menteri BUMN Erick Thohir sebagai bakal cawapres.

Bila memang PAN bersikukuh untuk mengusung pasangan Airlangga-Zulkifli, maka kedua partai ini memerlukan tambahan dukungan untuk mencapai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. Sebab, gabungan perolehan suara keduanya baru mencapai 19,15 persen atau masih kurang 0,85 persen. KOMPAS.com

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *