Perjuangan Bacalon Bupati H Musannif Kembali Berlanjut, Ajak PPP Aceh Besar Gabung Koalisi

waktu baca 3 menit
H Musannif (baju putih dua dari kanan) dan Ketua PPP Aceh Besar Darmansyah (baju hijau dua dari kiri) saat diwawancarai awak media. [Foto: Istimewa]

THEACEHPOST.COM | Banda Aceh – Perjuangan Bakal Calon (Bacalon) Bupati Aceh Besar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Musannif bin Sanusi, untuk menyatukan partai-partai di bawah satu bendera koalisi kembali berlanjut.

Kali ini, H Musannif menyambangi Sekretariat Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh Besar, yang sebelumnya telah menjadi markas besarnya selama 15 tahun lebih.

H Musannif datang ke Sekretariat PPP Aceh Besar dengan menanamkan semangat kolaborasi, bahwa untuk membangun Aceh Besar tak bisa dilakukan seorang diri.

“Tidak mungkin kita sendiri merasa hebat bisa membesarkan Aceh Besar, ini sangat mustahil. Namun jika kita bersama-sama, saling mendukung dan berkontribusi untuk dunia politik dan Pilkada ke depan, saya yakin kita bisa memberikan kemakmuran kepada masyarakat Aceh Besar untuk lima tahun yang akan datang,” ujar H Musannif, Senin (13/5/2024).

Oleh karenanya, H Musannif mengajak PPP Aceh Besar untuk bergabung dalam Koalisi Besar. PPP diajak untuk bersama-sama membesarkan Aceh Besar ke arah yang lebih baik.

banner 72x960

Untuk diketahui, sejauh ini sudah ada lima partai yang secara resmi diajak H Musannif untuk bergabung dalam Koalisi Besar, diantaranya yaitu Gelora, Demokrat, PKS, NasDem, dan juga PPP.

Selain lima partai tadi, H Musannif juga berkomitmen akan melanjutkan perjuangan untuk menyatukan partai-partai lain di Aceh Besar untuk berada di bawah satu bendera koalisi.

Peluang komunikasi dengan elite-elite partai lain terus dibangun hingga nantinya ia berharap akan hadir sebuah Koalisi Besar yang akan memberikan persembahan terbaik untuk kemakmuran masyarakat Aceh Besar lima tahun ke depan.

Di samping membuka komunikasi dengan partai lain, H Musannif juga akan kembali memperdalam ruang konsolidasi dengan partai-partai yang sebelumnya telah ia sambangi.

“Saya mungkin setelah ini akan diundang oleh Gelora, Demokrat, PKS, NasDem dan juga PPP, untuk bertemu dengan pihak dewan pimpinan provinsi masing-masing. Mungkin mereka akan melakukan fit and proper test untuk menguji visi misi dan segala macamnya, agar nama saya bisa direkomendasikan ke DPP masing-masing partai politik yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PPP Aceh Besar, Darmansyah, yang juga ikut menyambut kedatangan H Musannif ke markasnya menyatakan sangat terhormat dengan kembalinya mantan kader senior PPP Aceh Besar itu.

“Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi PPP Aceh Besar. Bang Musannif ini tak lain adalah mantan keluarga besar PPP, tentunya kami berbahagia abang kandung kami di PPP telah kembali,” ungkap Darmansyah.

Darmansyah mengatakan, pihaknya menyambut baik ajakan H Musannif yang secara resmi mengajak PPP Aceh Besar untuk bergabung ke dalam satu bendera koalisi. Darmansyah sepakat bahwa membangun Aceh Besar tak bisa dilakukan seorang diri.

Kendati demikian, Darmansyah mengatakan, dukungan PPP Aceh Besar untuk Bacalon Bupati H Musannif masih akan menunggu keputusan final Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP nantinya.

“Kita semua nanti bersama teman-teman pimpinan dan cabang akan merekomendasikan nama Bapak Musannif ke DPW PPP Aceh yang nanti keputusan akhirnya itu ada di tangan DPP PPP. Itu mekanisme dari PPP yang tidak bisa kita abaikan,” ungkap Darmansyah

“Tentunya komunikasi akan lebih dalam lagi nantinya, seraya kita terus kembangkan misi kita untuk membangun Aceh Besar ini yang bukan hanya sekedar merebut kemenangan akan tetapi untuk satu niat yang paling dalam untuk bagaimana menjadikan Aceh Besar yang sudah besar ini menjadi lebih baik lagi kedepan,” tutup Darmansyah.

Sebagai informasi, PKB Aceh Besar merupakan partai dengan peraih 6 kursi di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. PKB Aceh Besar pada dasarnya berhak untuk mengusung sendiri Bacalon Kepala Daerah tanpa harus berkoalisi dengan partai lain karena telah memenuhi persyaratan ambang batas 15 persen di daerah tersebut.

Sekalipun bisa mengusung sendiri, PKB Aceh Besar rupanya memegang prinsip kebersamaan, bahwa akan lebih mudah untuk membangun Aceh Besar secara kolektif dibandingkan bertindak seorang diri. (Akhyar)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *