Mualem Silaturahmi ke Abu Paya Pasi dan Waled Lapang di Momen Idul Fitri 1446 H

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf saat Silaturahmi Hari Raya Idul Fitri ke kediaman Tgk. H. Muhammad Ali (Abu Paya Pasi) Pimpinan Dayah Bustanul Huda di Gampong Alue Cek Doi, Kec. Julok, Aceh Timur, Rabu, (2/4/2025). [Foto: Istimewa]

THEACEHPOST.COM | Lhoksukon – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk bersilaturahmi dengan dua ulama kharismatik Aceh, masing-masing di Aceh Timur dan Aceh Utara, pada Rabu (2/4/2025).

banner 72x960

Kunjungan pertama dilakukan ke Dayah Bustanul Huda di Desa Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Aceh Timur, guna bertemu dengan ulama terkemuka, Tgk. H. Muhammad Ali, yang lebih dikenal sebagai Abu Paya Pasi.

Gubernur tiba pada sore hari dengan didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, serta sejumlah pejabat pendamping lainnya.

Kedatangan Gubernur disambut hangat oleh Abu Paya Pasi di kediamannya yang berada dalam kompleks dayah.

Dalam kesempatan tersebut, Abu Paya Pasi juga melakukan prosesi peusijuek terhadap Gubernur sebagai bentuk doa dan keakraban antara ulama dan umara.

Usai kunjungan di Aceh Timur, Gubernur melanjutkan perjalanan ke Aceh Utara untuk bersilaturahmi dengan Tgk. Muzakir, yang dikenal sebagai Waled Lapang.

Pertemuan berlangsung di kediaman Waled Lapang di Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang. Silaturahmi antara Gubernur dan Waled Lapang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Sejumlah teungku dari Dayah Darul Muttaqin juga turut serta dalam penyambutan tersebut.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud kecintaan Gubernur kepada para ulama di Aceh.

“Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan, tetapi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara ulama dan umara. Gubernur Muzakir Manaf sangat menghormati peran ulama dalam membimbing umat, sehingga sinergi ini terus dijaga demi kemaslahatan bersama,” ungkap Akkar Arafat.

Dengan silaturahmi ini, diharapkan hubungan yang erat antara pemimpin dan ulama dapat terus terjaga, sehingga menciptakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat di Aceh. Selain itu, peran ulama sebagai pembimbing spiritual bagi masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di tengah dinamika kehidupan sosial dan pemerintahan di bawah kekhususan penerapan syariat Islam. (Akhyar)

Baca berita lainnya di Google News dan saluran WhatsApp

Komentar Facebook