Lima Harimau Berkeliaran di Perkebunan Resahkan Warga Agara

Ilustrasi: Harimau Sumatra. (Foto: Dok. DLHK Aceh)

Theacehpost.com | KUTACANE – Sejumlah warga di Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) mengaku resah terhadap kawanan harimau Sumatra yang kerap berkeliaran di perkebunan masyarakat.

banner 72x960

Warga menuturkan ada lima harimau Sumatra sering berlalu-lalang di perkebunan warga Desa Lawe Pinis dan Desa Makmur Jaya, Kecamatan Darul Hasanah.

Saat ini, para warga mengaku takut apabila hendak bepergian ke kebunnya. Apalagi, satwa liar itu dikabarkan sempat memangsa ternak warga.

“Saat ini kami cemas kalau hendak bepergian ke kebun, pasalnya ada lima ekor harimau secara bergantian terlihat di lokasi perkebunan. Terutama seekor induk harimau bersama anaknya yang sering terlihat lalu-lalang, bahkan kadang mendekati pemukiman warga,” kata eks Kepala Desa Makmur Jaya, Juridar (50) kepada Theacehpost.com, Rabu, 31 Agustus 2022.

Dia menjelaskan, sudah dua kambing warga di Desa Lawe Pinis dan tiga ekor anjing warga Makmur Jaya dimangsa harimau.

“Kejadiannya itu dua Minggu yang lalu. Kami mohon kepada lembaga terkait (BKSDA) segera mengatasi persoalan ini,” pintanya.

Camat Darul Hasanah, Hayadun, mengaku sudah menerima laporan masyarakat terkait kejadian tersebut.

“Kami sudah menerima laporan dari warga beberapa hari lalu, dan kami bersama Muspika sudah turun melakukan pemantauan di dua desa tersebut. Menindaklanjuti laporan warga, kami sudah melaporkannya ke pihak BKSDA,” kata Hayadun.

BKSDA pun dilaporkan telah turun ke lokasi melakukan pengusiran. Petugas BKSDA Aceh sedang berupaya mengusir harimau Sumatra menggunakan mercon.

“Kami sudah menerima laporan terkait harimau tersebut. Namun, karena lokasinya masih dalam kawasan TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser), kami tidak bisa melakukan tindakan intensif, kepada kepala desa sudah kami,” sebut Kepala Resort  KSDA Wilayah Agara dan Gayo Lues, Suherman Pinim kepada Theacehpost.com.

“Kami juga sudah memasang papan imbauan tentang larangan berburu satwa liar. Kemudian saat kami turun ke lokasi, kami berikan mercon kepada kepala desa dan kami sudah ajarkan trik menggunakannya,” pungkasnya. []

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *