Dua Nelayan Singkil Diduga Hanyut Saat Melaut, Pencarian Terkendala Cuaca Buruk

Ilustrasi nelayan. (CNN Indonesia)

Theacehpost.com | BANDA ACEH – Dua nelayan dari Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil yang berangkat melaut pada Jumat sore, 30 Juli 2021 dilaporkan belum kembali sehingga muncul dugaan keduanya hanyut terseret arus.

banner 72x960

Informasi tentang kedua nelayan yang berstatus hilang itu dikutip Theacehpost.com dari postingan Yudistira di WhatspApp Grup Forkom SAR Aceh.

Kedua nelayan yang masih dalam pencarian itu bernama Zakaria, kelahiran Nias, 25-03-1953 dan Syafrizal kelahiran Pulau Baguk, 03-03-1982. Keduanya bekerja sebagai nelayan beralamat di Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

Materiil yang digunakan oleh kedua nelayan tersebut saat melaut yaitu sebuah perahu ukuran 11 meter dengan mesin 9mil/jam dilengkapi jaring ikan.

Dalam postingan tersebut dirincikan kronologis kejadian yang berawal pada Jumat sore, 30 Juli 2021 sekira pukul 17.30 WIB, ketika Zakaria dan Safrizal berangkat melaut malam/menjaring di sekitaran Kepulauan Palambak,

Sekitar pukul 23.00 WIB, cuaca di Kecamatan Pulau Banyak badai disertai gelombang tinggi dan hujan deras.

Pada Sabtu pagi, 31 Juli 2021 pukul 08.00 WIB diterima laporan kedua nelayan tersebut belum juga kembali. Satu jam kemudian, setelah berkoordinasi dengan Panglima Laot Desa Pulau Baguk, dilakukan pencarian di sekitaran radius Kepulauan Palambak Besar-Palambak Kecil  menggunakan boat/kapal kayu.

“Setelah lebih kurang empat jam melakukan penyisiran di Kepulauan Palambak, hasilnya nihil. Pada pukul 14.58 WIB, tim pencarian kembali pulang dikarenakan cuaca buruk (badai),” tulis laporan tersebut.

Kemungkinan besar kedua nelayan hanyut dikarenakan gelombang tinggi dan angin kencang. Arah hanyut diperkiran ke arah Sibolga-Nias dikarenakan saat itu arah angin dan arus laut ke arah timur dan selatan.

“Kedua nelayan tidak membawa HP sehingga susah berkomunikasi. Direncanakan tim akan melanjutkan pencarian jika cuaca membaik dan akan menggunakan boat/kapal kayu yang lebih besar agar jarak tempuh pencarian bisa lebih jauh,” demikian laporan yang diposting Yudistira, Pengurus Satgas SAR Singkil. []

 

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *