Bupati Aceh Timur Tolak Rencana DPRA Gagalkan Proyek Multi Years
Theacehpost.com | ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Hasballah M. Thaib, menyatakan tidak setuju terhadap pembatalan MoU pelaksanaan proyek tahunjamak (multiyears) 2020-2022 antara Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dengan Pemerintah Aceh seperti yang telah dilakukan DPRA.
Menggagalkan MYC, kata pria yang akrab disapa Rocky itu, dapat berakibat pada batalnya pembangunan jalan lintas Peureulak Lokop di Aceh Timur ke Gayo Lues.
“Kalau pembangunannya digagalkan saya paling marah. Lihat Lampung dan Palembang, mereka maju pesat karena infrastrukturnya,” ujar Rocky saat mendampingi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meninjau ruas jalan Puereulak- Lokop- Blang Kejeren, di Gampong Besar, Kecamatan Peureulak Barat, Sabtu, 12 September 2020.
Rocky menyebutkan, lambatnya kemajuan Aceh diakibatkan pembangunan infrastruktur yang selalu terlambat.
Ia menegaskan dirinya tidak berbicara atas nama partai A, ataupun partai B. Melainkan atas kepentingan rakyat.
Menurut Rocky, jika pembangunan dihambat, maka yang dirugikan adalah rakyat. Apalagi visi-misi pemerintahan baik di tingkat provinsi maupun daerah sama yaitu tujuannya tetap ke rakyat.
“Saya selaku kepala daerah di Aceh Timur, saya butuh pembangunan, kenapa? Karena butuh agar ekonomi masyarakat lebih cepat. Apalagi lagi pandemi, sangat butuh ekonomi,”kata Rocky.
Rocky menyebutkan, ada lima kecamatan di pedalaman Aceh Timur yang akan dilalui jalan tersebut, yaitu, Peureulak Barat, Rantau Peureulak, Serba Jadi, Peunaron dan Simpang Jernih. Ia mengatakan, mobilitas penduduk dan barang di pedalaman Aceh Timur itu, menuju jalan lintas nasional akan lebih mudah dan cepat saat jalan tersebut selesai dibangun. Sehingga aktivitas ekonomi pun akan lebih berkembang.
“Masyarakat di pedalaman Aceh Timur, apalagi masyarakat di Gayo Lues jauh sekali lebih dekat ke Medan bila menempuh jalur ini. Mereka menurunkan serai wangi, padi. Hari ini mereka harus keliling. Jika jalan ini selesai dibangun mereka bisa lebih menghemat waktu 5 jam,”kata Rocky.
Bukan hanya itu, Bupati Rocky juga mendukung penuh upaya pemerintah menyambungkan konektivitas Aceh ke Lampung lewat pembangunan jalan tol.
“Kalau ini Tol Lhokseumawe bisa tembus Jakarta, saya besok ikannya langsung (kirim) Jakarta. Dua hari ke Jakarta, kita bisa kaya. Kaya dengan hasil alam,” kata Rocky.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyatakan, anggaran paling besar dari pembangunan 14 ruas jalan pedalaman Aceh, berada di Aceh Timur. Yaitu untuk pembangunan ruas Peureulak- Lokop- Blang Kejeren.
Nova mengatakan, pembangunan sejumlah ruas jalan di pedalaman Aceh akan menyambungkan konektivitas antar kabupaten dan jalan tersebut juga terhubung langsung dengan jalan lintas nasional.
“Seperti kata pak bupati, dengan adanya jalan ini mobilitas komoditas pertanian bisa lebih dihemat selama lima jam, biayanya pun akan lebih murah. Dan yang untung adalah petani,”kata Nova.
Jalan Peureulak- Lokop merupakan jalan penghubung Aceh Timur ke Ibu Kota Blang Kejeren di Gayo Lues dengan jarak tempuh 112 kilometer. Pembangunan diperkirakan akan dilakukan pada akhir tahun ini dan selesai akhir 2022 dengan anggaran senilai Rp.650 miliar. []