Pemerintah Wajibkan Jemaah dan Petugas Haji Terdaftar dalam JKN
THEACEHPOST.COM | Jakarta – Pemerintah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan memastikan seluruh jemaah haji dan petugas haji terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kebijakan ini bertujuan memberikan perlindungan kesehatan sebelum keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mengatakan kebijakan ini meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji. Sejak 2017, kepesertaan JKN berdampak positif bagi jemaah dan petugas haji, terutama dalam persiapan kesehatan sebelum keberangkatan.
“Kesehatan jemaah dan petugas haji adalah prioritas. Dengan JKN, mereka dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa khawatir biaya pengobatan. Ini memastikan ibadah haji berjalan lebih tenang,” ujar Ghufron, Rabu, 5 Maret 2025.
Ia menegaskan syarat kepesertaan JKN bukan untuk mempersulit, melainkan memastikan semua penduduk memiliki jaminan kesehatan. Dengan kerja sama antara BPJS Kesehatan dan Kementerian Agama RI, seluruh jemaah haji reguler dan khusus diwajibkan menjadi peserta JKN aktif.
Ghufron menjelaskan BPJS Kesehatan menjamin layanan kesehatan bagi jemaah dan petugas haji yang memenuhi kriteria istitha’ah. Jika dalam proses pemeriksaan kesehatan ditemukan kondisi tertentu, peserta dapat menggunakan JKN untuk mendapatkan layanan medis.
BPJS Kesehatan juga menyediakan Aplikasi Mobile JKN yang memungkinkan jemaah mengakses riwayat kesehatannya secara digital. Fitur ini memudahkan tenaga medis di Arab Saudi dalam menangani pasien secara cepat dan tepat.
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama RI M. Zain mengatakan, mulai penyelenggaraan haji 2025, seluruh jemaah reguler wajib memiliki JKN aktif sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA).
“Jika jemaah sakit sebelum keberangkatan, biaya perawatan ditanggung BPJS Kesehatan. Setelah pulang, mereka tetap mendapatkan jaminan layanan kesehatan sesuai ketentuan,” kata Zain.
Ia berharap seluruh jemaah memastikan kepesertaan JKN aktif sebelum berangkat agar pelaksanaan ibadah lebih aman dan nyaman.
“Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan perlindungan kesehatan menyeluruh, dari persiapan hingga kepulangan. Dengan begitu, mereka bisa fokus beribadah dan meraih haji yang maqbul dan mabrur,” tutup Zain.[]