Telepon

  • Bagikan
Sulaiman Tripa

Oleh: Sulaiman Tripa

DUA malam yang lalu, ada panggilan yang masuk ke handphone saya. Ada seseorang yang kemudian saya ketahui salah menelepon. Panggilan itu pada tengah malam. Bisa dibayangkanlah, jika ada orang yang jarang menelepon, tiba-tiba memanggil, pada jam-jam yang tidak selalu digunakan untuk telepon. Ternyata ada kesalahan pencet.

Apa yang Anda pikirkan ketika mendapat panggilan di tengah malam? Orang yang memanggil, sepertinya juga menentukan. Orang yang asing atau bahkan jarang berkomunikasi, tiba-tiba memanggil bukan pada waktu yang pas, tentu akan ada perasaan yang bercampur aduk. Orang yang dipanggil bisa saja terperanjak dan heran. Atau bahkan bisa deg-degan berpikir tentang hal sesuatu yang sedang terjadi. Bisa saja panggilan langsung atau melalui alat komunikasi.

Panggilan secara langsung, dengan didatangi rumah atau tempat kita. Sepertinya harus dipisahkan pada waktu dan tempat yang tepat. Walau siang, agak ramai, tapi dengan tempat yang tidak tepat, akan menimbulkan goncangan tersendiri.

Bisa juga panggilan melalui alat komunikasi. Seperti yang saya alami. Tiba-tiba ada yang menelepon, dan sebelumnya sangat jarang berkomunikasi. Pada waktu normal saja jarang, apalagi pada waktu yang tidak normal. Apalagi waktunya memang bukan saat yang tepat untuk berkomunikasi.

Entah Anda pernah mengalami. Misalnya di rumah kita akan datang orang memanggil, pada jam yang krusial. Saat semua orang sedang terlelap.

Belum lagi dengan nada panggil yang tidak biasa. Jika biasanya mendapat ketukan pintu yang teratur dan beralun, tiba-tiba ada yang mengetuknya dengan krasak-krusuk. Hal itu terjadi pada jam krusial. Tentu akan ada pikiran macam-macam. Jika pun Anda akan buka, terlebih dahulu sudah menyiapkan beberapa alat bantu.

Ketika zaman buruk dulu, saat Aceh sedang konflik, panggilan pada waktu krusial itu, sering menjadi pertanda tidak baik. Tidak semua orang berani berkeliaran pada jam-jam demikian. Hanya orang-orang tertentu yang berani dan keluar malam.

Selebihnya ada orang yang terpaksa keluar. Untuk kepentingan tertentu yang tidak mungkin dielak. Selebihnya tidak ada. Maka saat ada yang memanggil, lebih memilih akan berselimut diri seperti siput.

Sama seperti memanggil dengan alat komunikasi pada waktu yang tidak biasa. Sejumlah orang yang saya kenal, mengaku kaget jika mendapat panggilan pada waktu-waktu santing. Apalagi uang memanggil itu bukan orang yang selama ini sering berkomunikasi.

Kita mungkin bisa maklumi jika ada yang kita kenal, punya kebiasaan menelepon orang lain malam-malam. Tujuannya sederhana. Ada orang yang tidak bisa tidur, lalu usil, mengganggu orang lain.

Ini memang aneh. Tapi ada orang yang sepertinya sudah berganti jadwal istirahat. Saat orang lain sedang beristirahat, ada orang yang memilih bekerja. Lalu sebaliknya. Istirahat saat orang lain sedang bekerja.

Tentu panggilan yang saya sebut terakhir, kita bisa maklumi. Karena sudah memahami, kita bahkan akan membiarkan panggilan semacam ini. Tidak mengangkatnya. Atau kalau pun kita mau usil, kadang-kadang ada orang yang mau menerima panggilan, tapi telinganya sudah ditutup rapat. Walau saya juga tidak menampik, tetap terpikir sesuatu saat panggilan semacam itu datang. []

  • Bagikan
#