Hukum, News  

Tangkap Enam Orang, Polda Aceh Sita 150 Kg Sabu Jaringan Internasional

Para tersangka kasus narkoba yang ditahan di Mapolda Aceh, Selasa 25 Januari 2022. (Raja Baginda/Theacehpost.com)

Theacehpost.com | BANDA ACEH – Kepolisian Daerah Aceh bersama Bea Cukai Aceh, Polres Aceh Timur dan Polres Lhokseumawe berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan internasional Indonesia – Malaysia, Kamis 20 Januari 2022 lalu di tiga tempat berbeda.

Hal tersebut diterangkan Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar dalam konferensi pers,di Gedung Aula Presisi Mapolda Aceh, Selasa 25 Januari 2022.

Haydar mengakui pengungkapan ini merupakan yang terbesar selama ia bertugas di Aceh, dengan jumlah barang bukti mencapai ratusan kilogram.

Mantan Kapuslabfor Polri itu juga menjelaskan pengungkapan berlangsung di tiga lokasi, yakni di pesisir Pantai Jambo Aye, Aceh Utara, lalu di Rantau Selamat, Aceh Timur, dan di Jangka, Bireuen.

Polisi membekuk enam terduga pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu UH, MK, MJ, DK, RK, dan IS, beserta barang bukti berupa sabu seberat 150 kg, pil ekstasi 145 ribu butir, dan pil happy five (H5) 20 ribu butir.

Selain itu juga ikut diamankan barang bukti lain pendukung kejahatan, berupa 1 unit KM Putra Pesisir GT.15, 6 unit seluler, 2 unit mobil, dan 1 unit kendaraan roda dua jenis Vario.

“Dengan digagalkannya penyelundupan narkotika ini, secara tidak langsung Polda Aceh telah menyelamatkan generasi emas Indonesia sebanyak 915.000 jiwa,” ungkapnya.

“Kepada para pelaku akan dijerat 114 ayat (2) Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara paling singkat lima tahun, paling lama dua puluh tahun, dan terberat hukuman mati,” tegasnya lagi.

Sementara itu Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Aceh, Sisprian Subiaksono mengatakan, kendati rutin menggelar patroli laut, pihaknya tetap terus berkoordinasi dengan kepolisian.

“Kita harus saling berkolaborasi karena jalur pantai yang kita awasi sangat panjang yaitu 500 km lebih, tidak mungkin kalau kita patroli hanya satu atau dua kapal dengan target yang spesifik, memang harus didukung informasi-informasi dari masyarakat dan analisa dari Polda,” terangnya.

Ia menjelaskan patroli dari Bea Cukai sedikitnya mengerahkan empat kapal. Namun juga ada perbantuan dari Sumatera Utara.

“Pol Air juga ada dan dari angkatan laut kita saling bersinergi juga,” kata Sisprian.[]