Putra Aceh Asal Ulim Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Teknik Kimia Universitas Riau

  • Bagikan
Prof. Dr. Ir. Bahruddin, MT menyerahkan buku pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Kimia kepada Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Ir. H. Aras Mulyadi, DEA, Rabu, 3 Maret 2021. (Foto IST)

Theacehpost.com | RIAU – Seorang putra Aceh asal Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Kimia pada Fakultas Teknik Universitas Riau, Rabu, 3 Maret 2021. Sang guru besar kelahiran Meunasah Pupu, 4 Agustus 1965 tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Bahruddin, MT.

Prof. Bahruddin dikukuhkan sebagai guru besar bersamaan dengan pengukuhan tiga guru besar lainnya di Universitas Riau, yaitu Prof. Dr. Fitmawati, M.Si (Bidang Ilmu Biologi-Sistematika Tumbuhan), Prof. Dr. Gusnardi, SE, M.Si (Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi), dan Prof. Dr. Dra. Evi Suryawati, M.Pd (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Sains).

Informasi diterima Theacehpost.com dari Imran, SE, MSM, Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh yang merupakan keluarga dekat Prof. Bahruddin menyebutkan, pria yang di kalangan keluarga akrab disapa Bahron tersebut menyelesaikan pendidikan formal pertama di Madrasah Ibtidaiyah (MIN) Ulim tahun 1971.

Selanjutnya, putra dari pasangan H. Ibrahim Oesman dan Hj. Kartini (alm) itu melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ulim tamat 1984. Sedangkan pendidikan tingkat SMA dijalaninya di SMA Meureudu namun selesai di SMAN 3 Banda Aceh tahun 1987.

Kemudian Bahron kuliah di Universitas Syiah Kuala (USK) mengambil jurusan Teknik Kimia selesai 1993. Saat kuliah S1, Bahron mengambil program penyelesaian tugas akhir di Jurusan Teknik Kimia ITS Surabaya tahun 1991. Program ini merupakan kerja sama USK-ITS yang dibiayai PT. Arun LNG Aceh.

Pada 1999 Bahron menyelesaikan S2 Teknik Kimia ITS Surabaya dan S3 Teknik Kimia juga di ITS Surabaya pada 2008.

Pernikahannya dengan Hj. Soegiarti pada 1995 dikaruniai lima anak, dua laki-laki dan tiga perempuan.

Bahruddin mulai melaksanakan tugas akademik di Universitas Riau pada awal 1999 di Fakultas Teknik.

“Dengan dikukuhkannya kami sebagai Guru Besar, mudah-mudahan kami dapat berperan lebih aktif lagi, terutama yang terkait dengan Tri Darma Perguruan Tinggi,” kata Prof. Bahruddin dalam pidato pengukuhannya. (Redaksi)

 

  • Bagikan