Pemuda Abdya Wanti-wanti Jelang Pemilihan Keuchik: Waspada Politik Uang

(Dari kiri ke kanan) Ketua Umum IMM Abdya Abdul Janan, Ketua SEMMI Abdya Akmal Al-Qarasie, dan Ketua Umum HMI Cabang Blangpidie, Muhammad Azmi. [Dok. Pribadi]

Theacehpost.com | BLANGPIDIE – Pemilihan keuchik akan berlangsung di semua gampong dalam Kabupaten Aceh Barat Daya secara serentak pada Maret 2022 nanti.

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Abdya, Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Abdya dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blangpidie turut memberikan dorongan kepada para pihak terkait proses tersebut.

Dalam keterangannya kepada Theacehpost.com, Minggu, 23 Januari 2022, Ketua Umum IMM Abdya, Abdul Janan mengharapkan agar keuchik yang terpilih nanti harus terbebas dari politik uang (money politic) dan narkoba.

“Keuchik terpilih harus terbebas dari politik uang dan narkoba,” ujarnya.

Menurut Abdul Janan, politik uang bisa saja dimainkan oleh para bakal calon keuchik, mengingat saat ini pengelolaan dana desa per gampong di Abdya mencapai Rp1 miliar bahkan ada yang lebih.

“Dana desa ini sangat menggiurkan, pengawasannya terkesan masih belum maksimal. Apa lagi hampir tiap tahun ada studi bandingnya,” terangnya.

Selain itu, tambahnya, isu narkoba juga harus menjadi perhatian. Bisa perlu tidak cukup hanya memastikannya lewat tes urine, namun warga bisa melihat keseharian dari sosok bakal calon tersebut.

“Kalau terindikasi pernah pakai narkoba, maka sanksi sosialnya jangan pilih  yang bersangkutan,” katanya.

PPK Harus Transparan

Ketua SEMMI Abdya, Akmal Al-Qarasie berharap agar Panitia Pemilihan Keuchik (PPK) di setiap gampong yang telah dibentuk agar bersikap adil dan transparan.

“Kami berharap agar pemilihan keuchik ke depan dapat berjalan dengan lancar dan isu politik uang dapat diminimalisir, agar tercipta pemimpin yang pro rakyat,” ujarnya.

Akmal juga menyarankan, pemilihan keuchik serentak ini harus menggunakan sistem pencoblosan, tak sekadar memasukkan surat dalam kotak suara salah satu calon yang dipilih.

“Kalau tanpa pencoblosan dan hanya sekedar masukkan surat suara dalam kotak suara salah satu calon yang dipilih, ini potensi kecurangannya sangat besar,” katanya.

Sementara Ketua Umum HMI Cabang Blangpidie, Muhammad Azmi menegaskan agar setiap bakal calon keuchik harus ikut tes baca Al-Qur’an.

“Uji kemampuan baca Al-Qur’an kepada setiap bakal calon keuchik bukan hanya sekedar formalitas, jangan ada permainan,” ujarnya.

Menurutnya, tahapan tes uji kemampuan baca Al-Qur’an wajib diikuti bagi calon muslim, karena persyaratan tersebut menjadi salah satu tahapan pemilihan keuchik secara serentak di Aceh.

“Tes uji kemampuan baca Al-Qur’an bagi bakal calon keuchik tersebut sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 4 tahun 2009 tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian keuchik di Aceh,” pungkasnya.[]