Pameran Literasi Sejarah dan Budaya Sudah Dibuka, Yuk ke Museum Aceh

waktu baca 3 menit
Sejumlah siswa mengunjungi stan Pameran Literasi Sejarah dan Budaya Aceh di Kompleks Museum Aceh, Kota Banda Aceh, Senin, 1 Agustus 2022. (Foto: Eko Deni Saputra/Theacehpost.com)
banner 72x960

Theacehpost.com | BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbdupar) Aceh melalui UPTD Museum Aceh bersama sejumlah perpustakaan dan penerbitan menggelar Pameran Literasi Sejarah dan Budaya Aceh pada 1-5 Agustus 2022 di Kompleks Museum Aceh, Banda Aceh.

Acara yang mengusung tema “Budaya Literasi Bangkitkan Generasi” ini resmi dibuka pada Senin, 1 Agustus 2022, pagi.

Penjabat Gubernur Aceh dalam sambutannya yang diwakili Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal menyampaikan pameran ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi masyarakat Aceh, terutama generasi muda di Tanah Rencong.

“Kemajuan teknologi yang semakin canggih memunculkan kekhawatiran kurangnya budaya literasi kepada generasi muda khususnya Aceh. Ini menjadi tugas kita bersama, terutama orang tua sebagai penanggung jawab bagi generasi bangsa,” sebut Almuniza.

Ia menerangkan, tingkat literasi yang rendah adalah kondisi darurat yang harus diatasi oleh semua pihak yang bertanggung jawab dalam dunia pendidikan dan kebudayaan. Karena itu, Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan budaya literasi melalui berbagai kegiatan edukatif.

“Museum Aceh merupakan salah satu lembaga edukasi yang berfungsi menjaga warisan sejarah dan budaya, memiliki andil memberi edukasi kepada masyarakat Aceh dengan membuat kegiatan pameran literasi seperti hari ini,” ujarnya.

Almuniza menuturkan, dengan berliterasi akan membuka cakrawala berpikir yang luas bagi seseorang, sehingga mampu meningkatkan SDM yang berkualitas.

“Semoga dengan terlaksananya Pameran Literasi Sejarah dan Budaya Aceh tahun 2022 oleh Museum Aceh ini dapat menumbuhkan minat membaca generasi kita, sehingga budaya literasi akan melekat kepada masyarakat Aceh,” ujarnya.

Pembukaan Pameran Literasi Sejarah dan Budaya Aceh 2022 diawali dengan penampilan seni kolaborasi pembacaan puisi dan hikayat dari grup Seueng Samlakoe.

Penampilan yang digawangi penghikayat Aceh, Medya Hus ini membawa kesyahduan bagi seluruh tamu undangan yang terdiri dari lintas instansi, sekolah, dan lembaga.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbdupar) Aceh, Almuniza Kamal melihat Pameran Literasi Sejarah dan Budaya Aceh di Kompleks Museum Aceh, Kota Banda Aceh, Senin, 1 Agustus 2022. (Foto: Eko Deni Saputra/Theacehpost.com)

Amatan di lokasi, Pameran Literasi Sejarah dan Budaya Aceh 2022 oleh Museum Aceh ini langsung mendapat antusias pengunjung. Rombongan siswa dari berbagai sekolah di Banda Aceh mengunjungi pameran ini.

“Pameran literasi ini cukup bagus, karena jarang ada pameran yang menampilkan langsung koleksi buku asli, seperti buku berbahasa Belanda, buku karya Snouck Hurgronje yang legendaris itu juga ada di sini, juga berbagai buku mengenai sejarah dan budaya Aceh lainnya,” kata Siswa MAN Model Banda Aceh, Hafizh RH.

Libatkan 9 Perpustakaan dan 6 Penerbit

Kepala Museum Aceh, Mudha Farsyah menambahkan, Pameran Literasi Sejarah dan Budaya Aceh 2022 dipusatkan di area terbuka kompleks museum.

Kegiatan tersebut dikemas dalam serangkaian kegiatan yaitu pameran buku, bazar buku, kajian literasi, dan pembagian doorprize kepada pengunjung.

“Pameran ini gratis, terbuka untuk umum mulai dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore,” kata Mudha.

Dia menyebutkan, ada 9 perpustakaan yang mengisi stan pameran buku sejarah dan budaya Aceh, yaitu Perpustakaan Museum Aceh, Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, Perpustakaan UIN Ar-Raniry, Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Perpustakaan Badan Arsip Nasional (BAST-ANRI), Perpustakaan Museum Ali Hasjmy, Perpustakaan Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Perpustakaan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh, dan Perpustakaan Majelis Adat Aceh (MAA)

Selain itu, ada 6 penerbit turut mengisi stan bazar buku, yakni USK Press, Ar – Raniry Press, Bandar Publishing, Gramedia Aceh, IKAPI Aceh, dan Erlangga Banda Aceh. []

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *