Masyarakat Tagih Janji Gubernur Bangun Tanggul DAS Tamiang

Kondisi tanggul di Kecamatan Bendahara yang sempat jebol dihantam banjir. (Saiful Alam/Theacehpost.com)

Theacehpost.com | ACEH TAMIANG – Masyarakat Aceh Tamiang yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, tepatnya di Kecamatan Bendahara mendesak Pemerintah Aceh segera penuhi janji pembangunan sejumlah tanggul di kawasan itu, Jumat 7 Januari 2022.

Desakan ini buntut dari janji Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dua tahun lalu, saat ia mengunjungi korban banjir di daerah setempat, didampingi Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh dan Kajati Aceh.

“Hampir dua tahun janji itu tidak terealisasi, bahkan terkesan hanya sandiwara untuk menghibur hati masyarakat korban banjir,” kata pemerhati sosial di Aceh Tamiang, Abdul Razzaq Al-Mubarok.

Ia mengatakan, banjir kembali menggenangi pemukiman warga di Kampung Teluk Halban dan 32 kampung lainnya sejak empat hari yang lalu. Bencana ini berdampak rusaknya sejumlah rumah warga dan terendamnya puluhan hektar sawah yang menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Menurut Razzaq, janji pembangunan tanggul penahanan tebing sungai yang disampaikan gubernur kala itu, ternyata tidak tercatat sebagai program pembangunan.

“Namun hanya sebagai pemanis pelengkap oleh-oleh buat masyarakat yang begitu mengharapkan bantuan Pemerintah Aceh,” kata dia.

Informasi yang diperoleh Theacehpost.com menyebutkan Pemerintah Aceh hanya menganggarkan Rp1,9 miliar untuk penanganan DAS Sungai Tamiang.

Razzaq juga kembali menegaskan, kewenangan daerah aliran sungai merupakan kewenangan Pemerintah Aceh, karena itu pihaknya diminta lebih peka dan serius menangani keluhan masyarakat Aceh Tamiang.

“Jangan hanya jual ‘minyak angin’ ke daerah untuk mencari popularitas musim Pemilu ke depan,” ujarnya. []