Jembatan Silayakh Diharapkan Jadi Ikon Baru Aceh Tenggara

Pj Bupati Aceh Tenggara Drs Syakir MSi saat melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Jembatan Silayakh, Aceh Tenggara, Selasa, 24 Januari 2023.

Theacehpost.com | ACEH TENGGARA – “Banyak nelayan menangkap ikan, sampai di pantai bawa kepasar, selamat kepada kita sekalian, atas peresmian jembatan silayakh. Jalan jauh berbelok belok, Sungai Alas tempat berlayar, pelisik engkran sudah tak berkelok, dengan hadirnya jembatan silayakh”.

Bait pantun ini disampaikan Pj Bupati Aceh Tenggara Drs Syakir MSi dalam sambutannya, saat meresmikan Jembatan Silayakh di Desa Darul Amin Kecamatan Lawe Alas, Selasa, 24 Januari 2023.

Syakir mengatakan, dengan diresmikannya jembatan Silayakh yang merupakan jembatan penghubung yang sangat strategis dan vital di Kabupaten Aceh Tenggara, karena jembatan ini menghubungkan Desa Pedesi, Kecamatan Bambel dengan Desa Darul Amin, Kecamatan Lawe Alas. Jembatan tersebyt juga akan menjadi jalur akses yang sangat penting bagi masyarakat dan  memperlancar arus lalu lintas di tiga kecamatan di daerah setempat.

Dengan demikian bisa menopang ekonomi antar kawasan dan pada akhirnya tentu saja akan meningkatkan pendapatan masyarakat kedepan, ujarnya.

Jembatan ini dibangun dalam 10 tahap, di bawah kendali Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tenggara. Pembangunannya dimulai dari 2014 hingga 2022, dengan biaya Rp52 miliar lebih, dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Inisiatornya Ir H Hasanuddin B saat menjabat bupati kala itu bersama wakilnya H Ali Basrah. Kemudian dilanjutkan Bupati Raidin Pinim dan wakilnya Bukhari.

Desain jembatan yang rangkanya kombinasi antara model konvesional dan model pelengkung, juga membuat jembatan ini bukan hanya kokoh, tetapi juga terlihat estetis dan menarik perhatian. Diharapkan jembatan itu menjadi ikon baru Aceh Tenggara dan menambah daya tarik wisatawan sehingga menambah pendapatan daerah.

Di satu sisi, Desa Pedesi, Kecamatan Bambel dan Desa Darul Amin, Kecamatan Lawe Alas, diharapkan mampu memanfaatkan potensi ini untuk memajukan kegiatan wisatanya masing masing.

“Jembatan ini adalah milik kita bersama. Mari kita rawat dan menjaga jembatan ini sebaik mungkin, agar umurnya, pemakaiannya bisa maksimal,” pungkas Syakir.

Kadis PUPR Aceh Tenggara Sadli ST didampingi Kabid Jalan dan Jembatan M Yusuf ST kepada Theacehpost.com menuturkan, Dinas PUPR sangat bersyukur sekali, karena pekerjaan sudah selesai seratus persen.

“Alhamdulillah ke depannya dapat difungsikan dan dapat dipergunakan oleh masyarakat, karena jembatan ini sudah lama diimpikan masyarakat desa seberang maupun kecamatan Bambel,” terangnya. []

Penulis: ArmentoniEditor: Zulfurqan