Bahas Investasi, HIPMI Aceh dan Gubernur Temui Kepala BKPM

  • Bagikan
Ketua HIPMI Aceh, Rizky Syahputra (paling kanan) saat mendampingi Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (samping Rizky) bertemu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tengah) di Kantor BKPM, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Februari 2021 lalu. (Foto: IST)

Theacehpost.com | BANDA ACEH – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh, Rizky Syahputra mengaku bahwa organisasinya berkomitmen mendorong investasi guna membantu pemulihan ekonomi di tanah rencong.

Hal itu disampaikan Rizky saat mendampingi Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bertemu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Kamis, 18 Februari 2021 lalu.

Dalam pertemuan itu, pemerintah Aceh meminta agar pemerintah Pusat melalui BKPM dapat menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi penghambat investor dalam merealisasikan investasinya.

“Oleh sebab itu, HIPMI bersama Gubernur Aceh hadir ke Badan koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk melaporkan kegiatan investasi di Aceh,” ujar Rizky melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 20 Februari 2021.

Menurutnya, ketika investor sudah berkomitmen investasi artinya mereka memang sudah niat berinvestasi di Aceh.

Dalam hal ini, kata Rizky, pihaknya akan menjadi lokomotif untuk mendorong efisiensi dari berbagai aspek, sehingga investor akan memilih Aceh sebagai tempat investasi.

“Kita tidak mau berandai andai, tapi jika kita bahu membahu bersama untuk memajukan Aceh, kami yakin suatu saat iklim investasi di Aceh akan tumbuh positif,” ujar Rizky.

Dia mengatakan, HIPMI Aceh akan membantu pemerintah Aceh menentukan kebijakan dan langkah baru untuk mendorong perkembangan ekonomi, menyerap investasi, dan menyambut gelombang pergeseran investasi dan produksi dari badan-badan usaha nasional bahkan asing ke Aceh.

“Kami siap mendukung pemerintah Aceh dalam rangka merealisasikan investasi yang akan dilakukan oleh investor di seluruh Aceh,” katanya.

Sementara Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam pertemuan itu melaporkan perkembangan investasi di Aceh.

“Kondisi keamanan dan kepastian hukum di Aceh selama ini telah berjalan dengan baik. Semua investasi di Aceh berjalan baik, hanya saja terkendala dengan Covid-19,” kata Nova.

Di antara investasi yang mengalami penundaan akibat covid-19 adalah Blok Andaman III yang dikelola Repsol, perusahaan migas asal Spanyol dan Mubadala Petroleum.

Seharusnya eksplorasi di Blok Andaman III ini dilakukan pada Februari tahun ini.

Namun, akibat Covi-19 membuat aktivitas eksplorasi tertunda hingga diperkirakan mencapai satu tahun lamanya.

Kemudian Nova juga menyampaikan rencana investasi Uni Emirat Arab  (UEA) yang awalnya menargetkan Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Namun, kata Nova, UEA beralih ke Sabang.

“Karena di Pulau Banyak airborne, dermaganya belum ada, mereka berharap kita membangun infrastruktur dulu. Padahal alamnya sangat bagus,” kata Nova.

Untuk tahap awal, kata Nova, para investor UEA akan melakukan investasi di Sabang.

UEA akan mengeluarkan anggaran sekitar setengah triliun yang dipergunakan untuk pembangunan resort.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyambut baik kedatangan Gubernur Aceh untuk menyampaikan laporan terkait dengan investasi yang ada di Aceh.

Pihaknya berjanji untuk membantu penyelesaian beberapa kendala investasi di bumi Aceh. []

  • Bagikan